Jika anda ingin menjadi master di bidang tertentu ingatlah kata2 ini “berfokuslah pada satu hal atau keterampilam dengan kesetiaan tanpa henti untuk terus melakukan perbaikan, dan berkeinginan menjadi yang terbaik”.
Itulah sepenggal kalimat yang terucap dari seorang motivator Jamil Azzaini, dalam sebuah seminar Self Improvement yang beberapa saat yang lalu diadakan dikantor saya. Walau hanya beberapa jam, pertemuan itu cukup memberi manfaat dan semangat baru bagi saya dan teman2 yang lain.
Fokuslah, bila anda ingin hebat. Fokus dalam suatu tujuan dan target dengan perbaikan tiada henti dan keinginan kuat menjadi yang terbaik adalah bahan bakar utama untuk menjadi seorang spesialis dalam bidang yang anda geluti. Dan anda tahu tidak? sebagian mayoritas orang2 besar dan sukses berasal dari seorang spesialis.
Kita dapat mencontoh seorang BJ Habibie adalah seorang spesialis dibidang pesawat terbang. Apakah kesuksesannya murni merupakan karunia alam?. Tentu saja jawabannya tidak. Ia mengambil apa yang diberikan alam kepadanya dan menjalankan formula “fokus”,ditambah perbaikan terus tiada henti dan keinginan kuat untuk menjadi yang terbaik. Walaupun dia hebat, tetapi tidak ingin menjadi yang terbaik di 5 bidang yang berbeda. Mantan presiden RI ke empat ini hanya ingin hebat pada bidang pesawat terbang. Dan ia berhasil.
Go to success
Michael Jordan fokus pada basket. Critiano ronaldo fokus pada sepak bola. Muhammad Yusuf focus pada microfinance. Bill gates fokus pada software development computer. Dedi mizwar fokus pada film. Yusuf Mansur fokus pada sedekah. Hermawan kertajaya fokus pada dunia marketing. Anne ahira fokus pada internet marketingnya. Merekalah orang2 tidak memecah fokus yang ditekuninya. Dan mereka berhasil. Serius mereka berhasil.
Kenapa mereka2 orang2 yang spesialis itu berhasil !!!, apakah karena kehebatannya, apakah karena koneksinya, apakah karena babenya konglomelarat ataukah karena mereka hidup didunia yang serba ada. Tentu tidak, itu karena mereka fokus terhadap bidang yang digelutinya dan selalu memperbaikinya.
Thomas A. Edison merupakan lelaki yang pernah dicap idiot oleh gurunya. Salah satu penemuannya adalah bola lampu, apakah dia langsung menemukan cara membuat bola lampu. Tidak!! Dia membutuhkan ribuan percobaan dan dia tidak berputus asa dan fokus terhadap apa yang dia geluti dan selalu melakukan perbaikan dan berkeinginan kuat untuk berhasil dan menjadi yang terbaik. Selanjutnya ia biarkan waktu yang menciptakan keajaibannya. Dia hanya berfokus pada temuannya, dia pun tidak ingin mencoba untuk menjadi pedagang besar ataupun musisi yang lagi ngetrend saat itu. Yang dia inginkan hanya menjadi seorang penemu hebat dan dia berhasil. Mereka semua adalah seorang spesialis.
Ketahuilah apa kelebihan anda. Temukan talenta anda, lalu berusaha keraslah sekuat tenaga untuk memoles talenta anda. Ketahuilah apa yang menjadi bagian terbaik dalam hidup anda. Anda sangat ahli dan menyenangi hal itu. Bahkan anda terkadang gelisah ketika anda tidak melakukan hal itu. Mungkin anda seorang komunikator yang handal dalam bergaul. Mungkin anda ahli dalam hal memperlancar keadaan. Mungkin anda seorang inovator yang mampu melahirkan suasana baru. Mungkin anda orang yang tekun menjalankan bisnis walau hasilnya kecil tapi volumenya besar. Atau mungkin anda seorang yang ahli memberikan nilai tambah sehingga anda mampu menjual produk yang sama namun dengan harga yang jauh lebih tinggi.
find your talentaTemukan kelebihan anda, lalu kembangkan. Fokuslah pada kelebihan anda dan terus menerus diasah, lakukan perbaikan terus menerus, dan berkomitmenlah untuk menjadi yang terbaik di bidang anda. Saya yakin tidak lebih 10 tahun dari sekarang anda akan menjadi orang yang hebat dibidang anda. Begitulah penggalan-pengalan kalimat lantang yang keluar dgn penuh semangat yang memberikan semangat baru kepada saya dan teman2 yang hadir diruangan itu.
Anda yang membaca juga saya yakin, punya talenta yang super dibidangnya, karena saya tahu kita dilahirkan spesial dan hanya diciptakan satu dan yang pasti untuk menjadi seorang spesialis tidak selalu harus cerdas, tidak selalu harus kaya dan berkecukupan. Dan yang pasti tidak selalu harus ganteng. Anda pasti kenal Tukul Arwana!, apakah dia ganteng??? Apakah dari golongan orang berkecukupan??? Apakah dari golongan yang terpelajar ???. Tapi dia berhasil, berhasil. Karena dia fokus, fokus, fokus dan selalu bersyukur dengan apa yang telah ia dapat.
Okey, mari sama2 kita buktikan 10-15 tahun yang akan datang, akan seperti apakah kita nantinya, dan itu tergantung dari apa yang akan kita lakukan saat ini. Moga tulisannya bermanfaat