Memaafkan lebih sulit dari pada meminta maaf, pola pemikiran seperti yang kita dapatkan, yang kita tonton dan mengakar dalam kehidupan keseharian. Ketika seseorang yang meminta maaf atas kesalahan yang dia lakukan kepada kita, tentunya kita dapat memaafkan kesalahan orang tersebut. Tapi ternyata tidak, kala kesalahan tersebut telah mengakar menjadi sebuah dendam, dan itu selalu dilukiskan didalam film, sinetron berita yang selalu mengumbar dendam dan dendam menjadi sebuah keharusan untuk mendapatkan keadilan.
Iyah ‘ keadilan ‘, ketika keadilan yang kita inginkan tidak dapatkan atau tidak sesuai dengan kesalahan yang dia berikan kepada kita. dalam pemikiran kita keadilan itu sama dengan pembalasan yang harus dia dapatkan sesuai dengan derita yang dia berikan kepada kita.
Dalam Islam tidak diajarkan untuk mendendam, bahkan membuka segala pintu maaf, dengan begitu terbuka kesempatan seseorang untuk mengakui kesalahannya. Rasulullah (Allah memberkati) merupakan manusia biasa yang diberikan kesempurnaan lebih dibanding kita tidak pernah mendendam, bahkan ketika rasulullah dilempar tinja/kotoran pun Beliau bersabar dan memaafkannya.
Lanjut membaca


